Logo Gogobon - Abon Anak Premium

Abon untuk Anak: Apa Itu dan Kenapa Jadi Andalan Lauk MPASI Praktis?

Anak laki-laki duduk di meja makan dengan piring berisi makanan di depannya

Kalau MomDad pernah kehabisan ide lauk di jam-jam sibuk, abon sering jadi penyelamat. Tinggal tabur di atas nasi atau bubur, anak pun makan tanpa drama.

Tapi sebenarnya apa itu abon, dan kenapa makanan ini begitu lekat dengan kebiasaan makan keluarga Indonesia, termasuk anak-anak?

Apa Itu Abon?

Abon adalah olahan daging atau ikan yang disuwir halus, dibumbui, lalu dikeringkan hingga teksturnya ringan dan renyah. Makanan ini awalnya berasal dari Tiongkok, di mana abon babi yang disebut chousong digunakan sebagai topping atau isian bubur, roti, dan nasi.

Seiring percampuran budaya dan perdagangan, abon masuk ke Indonesia dan beradaptasi dengan bahan lokal seperti daging sapi, ayam, dan ikan. Abon sapi dari daerah Boyolali, Surakarta, dan sekitarnya bahkan jadi salah satu yang paling dikenal di Indonesia, hingga sekarang jadi bagian dari makanan tradisional banyak keluarga.

Kenapa Abon Jadi Andalan Lauk MPASI?

Untuk MPASI, abon punya tiga keunggulan praktis: tekstur halus yang mudah diterima anak, rasa gurih yang familiar, dan cara penyajian yang cepat. Tidak perlu memasak dari awal, abon bisa langsung ditaburkan ke nasi, bubur, atau dicampur ke makanan lain. Ini sangat membantu di hari-hari sibuk atau saat bepergian tanpa akses dapur.

Dari sisi gizi, abon dari daging atau ikan tetap menyumbang protein, meski jumlahnya per porsi biasanya lebih kecil dibanding lauk segar karena proses pengeringan. Karena itu abon lebih cocok diposisikan sebagai pelengkap, bukan satu-satunya sumber protein harian anak.

Apakah Abon Aman untuk Anak?

Abon aman untuk anak asal komposisinya diperhatikan. Hal yang perlu dicek di label:

  • Tanpa pengawet dan MSG berlebih
  • Tidak terlalu banyak gula atau garam tambahan
  • Tekstur sesuai usia, lebih halus untuk bayi yang baru mulai MPASI
  • Bahan baku jelas, termasuk jenis daging atau ikan yang digunakan

Untuk bayi yang baru mulai MPASI di usia 6 bulan, pastikan teksturnya benar-benar halus dan diberikan dalam porsi kecil sebagai pengenalan rasa, bukan porsi utama.

Tips Praktis Pakai Abon di Menu Anak

  • Jadikan pelengkap, bukan lauk utama: tetap variasikan dengan daging, ikan, atau telur segar sebagai sumber protein utama. Abon membantu di hari sibuk, tapi tidak menggantikan variasi gizi harian.
  • Campurkan ke makanan yang sudah disukai: taburkan abon ke bubur, nasi tim, atau makanan favorit anak agar mudah diterima tanpa perlu mengenalkan rasa baru.
  • Simpan di wadah kedap udara: setelah kemasan dibuka, simpan abon di wadah tertutup rapat agar teksturnya tetap renyah dan tidak cepat tengik.
  • Pilih tekstur sesuai usia: untuk bayi MPASI awal, pilih abon dengan tekstur paling halus. Anak yang lebih besar biasanya sudah bisa menerima tekstur yang lebih kasar.

Saat ini sudah ada juga abon yang diperkaya dengan sayur freeze-dried, seperti Go Go Bon, yang menggabungkan protein dan sayur dalam satu sajian praktis. Bisa jadi pilihan tambahan untuk MomDad yang ingin menyelipkan sayur ke menu anak tanpa drama makan.

Kesimpulan

Abon bukan pengganti lauk segar, tapi bisa jadi solusi praktis di hari-hari sibuk asal dipilih dengan cermat dan tetap divariasikan dengan sumber protein lain.

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

Abon untuk anak terbuat dari apa?
Abon umumnya terbuat dari daging sapi, ayam, atau ikan yang disuwir halus, dibumbui, lalu dikeringkan hingga teksturnya ringan dan renyah.

Mulai usia berapa anak boleh makan abon?
Abon bisa mulai diperkenalkan saat MPASI di usia 6 bulan, dengan tekstur yang sangat halus dan porsi kecil sebagai pengenalan rasa.

Apakah abon bisa menggantikan lauk segar?
Tidak. Abon sebaiknya menjadi pelengkap, bukan pengganti, karena kandungan proteinnya per porsi lebih sedikit dibanding lauk segar akibat proses pengeringan.

Bagaimana cara memilih abon yang aman untuk anak?
Periksa label untuk memastikan tanpa pengawet, MSG berlebih, gula atau garam tambahan yang tinggi, dan pastikan bahan bakunya jelas.

Referensi

  1. IDAI. Rekomendasi Pemberian MPASI. 2020.
  2. Tribun Solo. Sejarah Abon, Kuliner Tradisional China yang Menjelma jadi Oleh-oleh Favorit Khas Solo. 2020.
  3. Kids Grid.id. Mengenal Abon, Teman Makan Nasi Populer yang Berasal dari Tiongkok.
  4. PT Saudaraku. Abon dan Sejarah Pabrik Abon di Indonesia. 2024.