Banyak orang tua membayangkan stunting sebagai sesuatu yang terlihat jelas dari fisik anak. Padahal di tahap awal, tandanya justru sering halus dan mudah disalahartikan sebagai "anak memang kecil dari lahir".
Mengenali tanda-tanda awal ini penting karena penanganan stunting paling efektif dilakukan secepat mungkin, terutama sebelum usia 2 tahun.
Apa Itu Stunting, Singkatnya
Stunting adalah kondisi gangguan pertumbuhan akibat kekurangan gizi kronis, yang membuat tinggi badan anak lebih rendah dibanding standar usianya menurut grafik pertumbuhan WHO.
Tanda-Tanda Awal yang Sering Terlewat
Tinggi Badan Tidak Sesuai Grafik KMS
Tanda paling mendasar adalah posisi tinggi badan anak di grafik Kartu Menuju Sehat (KMS) yang terus berada di bawah garis normal, bukan sekadar "lebih kecil dari teman sebaya".
Kenaikan Berat Badan Melambat
Sebelum stunting terlihat dari tinggi badan, biasanya kenaikan berat badan anak sudah melambat selama beberapa bulan berturut-turut.
Sering Sakit Infeksi Berulang
Anak yang sering mengalami infeksi seperti diare atau ISPA berulang lebih berisiko mengalami gangguan pertumbuhan, karena tubuh menggunakan energi untuk melawan infeksi daripada untuk tumbuh.
Perkembangan Motorik atau Bicara Sedikit Tertinggal
Meski tidak selalu berkaitan langsung, gizi yang kurang optimal di periode emas tumbuh kembang juga bisa berdampak pada kecepatan perkembangan motorik dan bahasa anak.
Kenapa Tanda Ini Sering Terlewat
Karena perubahannya bertahap dan tidak dramatis, orang tua sering menganggapnya sebagai variasi normal antar anak. Padahal pemantauan rutin lewat KMS atau Posyandu adalah cara paling andal untuk mendeteksi tren ini sejak awal.
Apa yang Bisa MomDad Lakukan
- Rutin menimbang dan mengukur tinggi anak setiap bulan, terutama di bawah usia 2 tahun.
- Catat hasilnya di KMS atau aplikasi pemantauan tumbuh kembang, bukan hanya mengingat-ingat.
- Pastikan asupan protein hewani tercukupi setiap hari, karena protein adalah salah satu nutrisi paling kritis untuk pertumbuhan linear.
- Konsultasikan ke dokter anak atau Puskesmas jika tren pertumbuhan anak terus di bawah garis normal selama 2-3 bulan berturut-turut.
Kesimpulan
Tanda awal stunting memang halus, tapi bisa dideteksi lewat pemantauan rutin tinggi dan berat badan anak. Semakin cepat terdeteksi, semakin besar peluang untuk diperbaiki.
Pertanyaan yang Sering Ditanyakan
Apakah stunting bisa diperbaiki kalau terdeteksi sejak awal?
Bisa, terutama jika terdeteksi sebelum usia 2 tahun dan diikuti perbaikan gizi serta penanganan medis yang tepat.
Apakah anak yang badannya kecil pasti stunting?
Tidak selalu. Faktor genetik juga berpengaruh. Yang menentukan stunting adalah posisi tinggi badan dibanding standar usia berdasarkan grafik WHO, bukan sekadar terlihat kecil.
Seberapa sering sebaiknya menimbang dan mengukur anak?
Idealnya setiap bulan untuk anak di bawah 2 tahun, melalui Posyandu atau pemeriksaan rutin ke dokter anak.
Apakah protein dari abon bisa membantu mencegah stunting?
Protein hewani memang penting untuk mencegah stunting, dan abon bisa jadi salah satu sumber pelengkap, tapi tetap perlu divariasikan dengan lauk segar sebagai sumber utama.
Referensi
- Kemenkes RI. Strategi Nasional Percepatan Penurunan Stunting. 2023.
- WHO. Child Growth Standards. 2022.
- IDAI. Rekomendasi Pemantauan Tumbuh Kembang Anak.
